25 Oktober 2025, kami bertemu di bilangan warung pinggir waduk Penjalin, Desa Patuguran, di daerah Bumiayu, kota kecil yang selalu ada di hati kami. difoto diatas dari sisi kiri, Agus, Lutfi, Meldi, Adi (saya sendiri), dan Alif (Alipsis). 3 dari 5 orang adalah perantauan yang memang di hari itu kita janjian untuk bertemu untuk reuni teman-teman SMA (bukan dalam rangka ada issue ijazah).
Kami berlima dulu satu jurusan di kelas IPA, di SMA Islam Ta'alumul Huda Bumiayu. SMA yang sampai kapanpun akan melekat di hati kami.
Obrolan kami tentunya berputar dan mundur ke 20 tahun lalu, ketika kami duduk manis berseragam putih abu. mengenang hal-hal absurd yang kemudian hari ini menjadi lucu. Menjelang kelulusan kami masing-masing mengutarakan mimpi dan berjanji untuk mewujudkan mimpi itu.
Alif Siswoyo, biasa dipanggil Alipsis (Paling kanan yang ambil foto we-fie ini), adalah tandem saya dalam hal berorganisasi sebagai ketua Bantara, organisasi pramuka yang ada di SMA (sementara saya ketua OSIS waktu itu). orangnya ga terlalu tinggi tapi kalo soal olahraga jangan salah, guru olahraga pun dia yang ngajarin. momen yang paling saya kenang adalah saat kita berdua diundang acara di SMA lain (SMA Negeri 1 Bumiayu), kita datang petentang-petenteng berasa si paling penting pakai jas OSIS. tidak peduli acaranya apa kita cuma datang salaman sama yang ngundang, duduk-duduk, makan abis itu pulang.
Menjelang kelulusan dia berencana untuk melanjutkan kuliah di jurusan komputer di salah satu universitas di Bandung. yang mana kemudian berhasil mewujudkan rencana untuk berkarier di dunia IT. saat ini bekerja di salah satu perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia di department IT.
M. Lutfi, foto ke-2 dari kiri. adalah orang yang benar-benar tidak disangka-sangka bahwa saat ini menjadi.. Dosen. Iya, mungkin bukan cuma saya yang kaget, teman yang lain juga mungkin merasa hal yang sama. Bukan karena karena saya menganggap dia tidak layak, tapi waktu SMA kelihatannya tidak ada roman-roman mau jadi dosen. badannya dari dulu memang segitu, tapi kalau main bola, itu messi saja bisa pensiun kalau liat dia tanding.
Dulu jaman SMA, seingat saya dia tidak pernah berada di 5 besar rangking kelas. namun melihat dia saat ini, jika waktu bisa balik ke 20 tahun lalu menurut saya dia layak berada di 5 besar atau bahkan 3 besar, karena sangat cerdas. karakternya masih sama, ceplas-ceplos, semua yang melintas di kepalanya bisa langsung dikeluarkan, dan yang saya kaget dia masih mengingat hal-hal kecil seperti saat guru fisika saya berkata "ini juara olimpiade fisika saja ga ada pergerakan ini" merujuk kepada latihan soal fisika yang saat itu guru saya meminta salah satu maju untuk menyelesaikan (ini ditujukan ke saya, karena saya 2 kali juara olimpiade fisika, tapi ga pintar-pintar amat pelajaran fisika, hehe). anyway, setiap ada Lutfi suasana pasti rame, obrolan ga ada jeda sama sekali.
M. Yuli Agus, Foto paling kiri. Suatu hari guru sejarah saya berkelar, lahirnya Juli kok namanya Agus. ya.. memang membingungkan nama dia ini. Terkenal pandai dalam hal merayu cewek-cewek favorit di SMA. dan selalu satu langkah lebih maju dan selalu lebih keren dari teman-temannya. Tunggangan kendaraan dia juga yang paling keren waktu itu, tiap ada motor dengan keluaran terbaru, Agus selalu punya duluan, pernah waktu itu dia pakai Jupiter MX, sementara yang lainnya pakai motor butut, malah saya pakai vespa bagong.
Setelah lulus sekolah dia melanjutkan studi di Akademi Kepolisian, dan saat ini berkarier sebagai polisi di daerah Tegal. saya ingat momen-momen dimana kita sama-sama sibuk untuk menyiapkan berkas-berkas pendaftaran, bolak-balik ke tempat fotokopi.
Kenangan paling konyol saya dengan Agus adalah, ketika saya yang baru dibelikan vespa oleh ortu saya, saya baru tahu vespa itu boros bensin. waktu bawa muter-muter tiba-tiba Vespa mogok, singkat ternyata bensin-nya habis! celakanya, saya ga punya uang buat beli bensin lagi. karena mogoknya dekat rumah Agus, jadi saya mampir ke rumah Agus pinjam uang untuk beli bensin satu liter sekedar buat jalan ke rumah.
Meldi Afzalur Rifki Bertin, atau biasa dipanggil Tessi, maaf salah maksud saya Mezzar yang berbaju merah. adalah sahabat saya yang selalu tidak beruntung di dunia percintaan. sudah ratusan kali saya menemani kalau dia lagi mau pendekatan sama cewek. Meldi suka cewek, eh ceweknya ga suka, pas ada cewek yang suka Meldi, eh Meldinya ga suka, Meldinya suka, ceweknya juga suka, eh keluarganya yang ga setuju. terus Meldi suka, ceweknya suka, keluarganya juga suka, eh..... tapi kali ini tidak "eh.." akhirnya semuanya suka dan bisa melanjutkan ke jalur pernikahan.
Paling banyak cerita dengan Meldi, salah satunya kita dulu nekat jalan jauh dengan mobil tua yang beberapa kali mogok. tapi kemudian hari ini jadi cerita. saat ini berkarir mewujudkan mimpinya di luar negeri di pelayaran.
Saya sendiri, dulu waktu SMA saya 5 besar rangking tapi sebenarnya saya tidak pintar-pintar amat, atau setidaknya saya ini pemalas. Impian saya sederhana, cuma pengen jadi manager di perusahaan, managernya bagian apa saya tidak peduli. gara-gara tiap nonton TV sinetron, manager selalu dikesankan posisi yang wah sekali waktu itu, dibandingkan hari-hari ini orang bermimpi jadi CEO.
Selesai SMA saya melanjutkan pendidikan di bidang Teknik Industri, melanjutkan karir di industri otomotif selama kurang lebih 15 tahun untuk mewujudkan impian saya. tahun lalu saya memutuskan untuk pindah haluan dari otomotif ke industri machinary untuk FnB.


0 comments