BLANTERORBITv102

Sedekah Subuh

Saturday, January 31, 2026



Tempo hari aku bertemu kembali dengan seorang sahabat, mantan rekan kerja yang sudah lama tak berjumpa. Wajahnya tampak lebih cerah dibanding terakhir kali kulihat, meski aku tahu beberapa bulan terakhir ia sempat menganggur dan berjuang mencari pekerjaan baru.

Kami duduk di sebuah kedai kopi kecil, dan ia mulai bercerita tentang perjalanan panjangnya. Katanya, selama masa menunggu kesempatan bekerja, ia sudah berkali-kali mengikuti interview di sana-sini, namun hasilnya selalu belum sesuai harapan. Hingga akhirnya, ia menemukan satu amalan yang membuat hatinya lebih tenang: sedekah subuh.

Dengan penuh keyakinan, ia melanjutkan kisahnya. “Setiap pagi sebelum matahari terbit, aku sisihkan sedikit rezeki untuk bersedekah. Awalnya hanya untuk menenangkan hati, tapi ternyata dari situ aku belajar ikhlas dan sabar. Tak lama kemudian, pintu rezeki terbuka, dan aku diterima bekerja lagi.”

Sebelum kami berpisah, ia menyampaikan sebuah pesan yang begitu menyentuh. “Utamakanlah berbakti pada orang tua. Aku sudah tidak punya orang tua, maka sedekah subuh menjadi jalanku untuk menggantikan bakti itu. Jangan tunggu kehilangan baru menyadari betapa berharganya doa dan restu mereka.”

Aku terdiam, meresapi kata-katanya. Pertemuan singkat itu bukan sekadar reuni, melainkan pengingat bahwa rezeki bukan hanya soal usaha, tetapi juga tentang hati yang ikhlas, doa, dan bakti.



Author

Dhipran