Catatan Perjalanan Duta Wisata 2007: Dari Brebes hingga Panggung Jawa Tengah

​Tahun 2007 menjadi salah satu fase transisi yang cukup padat bagi saya. Tepat setelah menyelesaikan masa seragam putih-abu-abu di bangku SMA, saya langsung dihadapkan pada dua lingkungan baru sekaligus: dunia perkuliahan sebagai mahasiswa di Universitas Al Azhar, dan persiapan kompetisi daerah melalui Agensi Family.
​Keputusan bergabung dengan agensi saat itu didasari oleh tujuan yang spesifik. Saya masuk ke sana bukan untuk mendalami dunia modeling atau catwalk, melainkan murni sebagai ruang persiapan teknis sebelum maju ke ajang Pemilihan Duta Wisata. Mulai dari pendalaman materi seputar potensi daerah hingga teknik presentasi di depan publik, semuanya dipersiapkan secara bertahap di agensi tersebut.
​Dalam proses persiapan ini, pihak agensi memasangkan saya dengan Mba Sulistiandari, atau yang akrab disapa Mba Ndari. Secara usia, Mba Ndari memang lebih senior dibanding saya yang baru saja lulus sekolah. Bahkan pada saat itu, beliau sudah menyelesaikan pendidikan pascasarjana dan bergelar Magister (S2). Perbedaan latar belakang pendidikan dan usia tersebut tidak menjadi hambatan komunikasi; kematangan berfikir yang dimilikinya justru mempermudah kami dalam membagi porsi kerja sama yang proporsional selama proses latihan.
​Menjalani Dua Kompetisi Berturut-turut
​Agenda kompetisi yang kami ikuti terbagi menjadi dua tahap dalam periode tahun yang sama.
​Tahap pertama adalah Pemilihan Duta Wisata Brebes Selatan 2007. Setelah mengikuti rangkaian seleksi dan penilaian, saya dan Mba Ndari berhasil menyelesaikan kompetisi tersebut di posisi juara pertama.
​Setelah kompetisi pertama selesai, kami kembali mendaftarkan diri pada ajang berikutnya yang cakupannya lebih luas, yaitu Pemilihan Duta Wisata Tingkat Kabupaten Brebes 2007. Pola kompetisi di tingkat kabupaten ini menuntut penyesuaian materi yang lebih menyeluruh mengenai wilayah Brebes. Pada malam final, hasil yang diraih sama dengan kompetisi sebelumnya; kami kembali menempati posisi juara pertama.
​Perwakilan ke Tingkat Provinsi
​Dengan status sebagai pemenang di tingkat kabupaten, secara regulasi saya berhak mendapatkan tiket untuk mewakili Kabupaten Brebes ke jenjang berikutnya. Saya maju sebagai salah satu delegasi daerah untuk berkompetisi di Grand Final Mas dan Mbak Jawa Tengah 2007.
​Di tingkat provinsi, peta persaingan berubah total karena mempertemukan seluruh perwakilan dari tiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Standar penilaian dan kriteria yang diterapkan juga jauh lebih ketat. Pada babak akhir, nama saya memang tidak keluar dalam daftar pemenang Mas Jawa Tengah 2007.
​Meskipun pulang tanpa membawa gelar dari tingkat provinsi, status sebagai grand finalis di level Jawa Tengah tetap menjadi pencapaian yang menyenangkan untuk dialami, khususnya bagi saya yang saat itu statusnya baru saja menyelesaikan pendidikan SMA.
Previous Post Next Post

نموذج الاتصال