Tanpa pikir panjang, kuambil ponsel dan mencoba menghubunginya. Syukurlah, nomor lama itu masih aktif. Setelah saling sapa singkat dan memastikan kabar masing-masing, kami sepakat untuk bertemu, lokasi yang dipilih cukup santai, di bilangan Sunter, tempat yang tidak terlalu jauh, pas untuk sekadar berbincang ringan dan mengenang masa lalu.
Saat bertemu, rasanya seperti waktu mundur ke masa kecil. Tidak butuh waktu lama untuk kembali akrab. Obrolan langsung mengalir, kami saling bertukar cerita tentang kehidupan masing-masing, tentang apa yang sudah terjadi selama bertahun-tahun ini. Joko bercerita bagaimana ia sempat bertemu beberapa teman lama lainnya, nama-nama yang jujur saja sudah lama tidak kudengar. Saat ia menyebut satu per satu, pikiranku mencoba mengingat wajah-wajah lama itu.
Entah sudah berapa lama nama-nama itu menghilang dari ingatan, rasanya seperti membuka album kenangan yang sudah lama tersimpan. Ada rasa haru sekaligus bahagia ketika menyadari bahwa kami semua pernah berada di satu masa yang sama, berbagi cerita yang dulu terasa begitu sederhana.
Di tengah obrolan itu, Joko juga menceritakan pekerjaannya saat ini yang bergerak di bidang interior. Mendengarnya membuatku tersenyum, karena memang sejak dulu ia sudah terlihat memiliki bakat di bidang seni. Dari cara ia menggambar, memilih warna, sampai ide-ide kreatifnya yang sering muncul saat masih sekolah dulu. Kini bakat itu benar-benar ia tekuni dan menjadi bagian dari kehidupannya, sesuatu yang rasanya sangat pas untuk dirinya.
Obrolan kemudian berlanjut ke hobi, ternyata tanpa disangka, kami memiliki kesukaan yang sama, mancing. Bahkan Joko bercerita bahwa sekarang ia sering memancing di laut. Mendengar itu, rasanya semakin seru. Dari yang awalnya hanya bernostalgia, obrolan berkembang menjadi rencana baru, kami pun sepakat untuk suatu saat pergi memancing bersama di laut, sebuah rencana sederhana yang terasa menyenangkan untuk dinantikan.
Tak terasa, waktu sudah berjalan tiga jam, rasanya seperti hanya sebentar saja kami duduk dan bercerita. Obrolan yang penuh tawa, kenangan, dan rencana masa depan itu membuat waktu berlalu begitu cepat. Kadang memang, pertemuan dengan orang lama tidak perlu sesuatu yang mewah, cukup duduk bersama, berbagi cerita, sudah lebih dari cukup.
Hari itu menjadi pengingat bahwa hubungan lama tidak pernah benar-benar hilang, mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali terhubung.
Sehat-sehat selalu teman-temanku, semoga suatu hari nanti kita bisa kembali berkumpul, tertawa bersama seperti dulu.
